Monday, June 13, 2011

MENENTUKAN LAJU PERNAFASAN DAN LAJU DENYUT JANTUNG SERTA MELIHAT MORFOLOGI INSANG DAN JANTUNG IKAN BEBERAPA MENIT SETELAH MATI KARENA PENCEMARAN

PERHATIAN : diperbolehkan untuk meng-copy materi ini dengan syarat hanya untuk akademis dan mencantumkan Nama Penulis dan alamat web halaman ini pada Daftar Pustaka Anda. 


MENENTUKAN LAJU PERNAFASAN DAN LAJU DENYUT JANTUNG SERTA MELIHAT MORFOLOGI INSANG DAN JANTUNG IKAN BEBERAPA MENIT SETELAH MATI KARENA PENCEMARAN


Oleh


Teguh Heriyanto
0904121598
Ilmu Kelautan



Logo UNRI Hitam Putih.JPG










LABORATORIUM BIOLOGI PERIKANAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2011
-->
KATA PENGANTAR
Berkat rahmat Allah SWT, akhirnya laporan Praktikum Fisiologi Hewan Air ini dapat penulis selesaikan. Dalam laporan ini penulis membahas mengenai menentukan laju pernafasan, melihat morfologi insang dan jantung, menentukan laju denyut jantung. Praktikum ini dilaksanakan sebagai upaya pembelajaran serta pelatihan bagi Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau.
Sebagai manusia penyandang relativitas kebenaran, penulis sangat menyadari adanya kekurangan didalam pembuatan laporan ini. Atas segala kekurangan tersebut penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca.
Penulis juga ingin mengucapkan terimakasih kepada asisten yang telah memberikan bimbingan didalam praktikum dan pembuatan laporan ini. Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.


Pekanbaru, 3 Mei 2011


Teguh Heriyanto



DAFTAR ISI

                       Halaman
KATA PENGANTAR.............................................................................               i
DAFTAR ISI.............................................................................................              ii
DAFTAR GAMBAR...............................................................................             iii
DAFTAR TABEL......................................................................................           iv
DAFTAR LAMPIRAN...........................................................................              v
I.       PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang.......................................................................              1
1.2              Tujuan Praktikum ..................................................................              2
1.3              Manfaat Praktikum ...............................................................              2
II.     TINJAUAN PUSTAKA                                                                               
III.    METODE PRAKTIKUM
3.1              Waktu dan Tempat................................................................              5
3.2              Bahan dan Alat......................................................................              5
3.3              Metode Praktikum .................................................................                           5
3.4              Prosedur Praktikum...............................................................              6
IV.    HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1              Hasil.......................................................................................              8
4.2              Pembahasan...........................................................................              9
V.     KESIMPULAN DAN SARAN
5.1              Kesimpulan............................................................................            11
5.2              Saran......................................................................................            11
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................            12
LAMPIRAN...............................................................................................                           13






DAFTAR GAMBAR
Gambar                                                                                               Halaman
1. Ikan mas (Cyprinus carpio)..…………….………………………….        8









































DAFTAR  TABEL

Tabel                                                                                                   Halaman
1. Jumlah bukaan mulut, denyut jantung dan morfologi jantung dan insang …………………...……………………………………….                        8







































DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran                                                                                             Halaman
1     Alat………………………………………………………….                    14






































 


1.1. Latar belakang

Fisiologi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari fungsi, mekanisme, dan cara kerja dari organ, jaringan, dan sel – sel organisma. Fisiologi mencoba menerangkan faktor – faktor fisika dan kimia yang mempengaruhi seluruh proses kehidupan. (Fujaya, 2004)
Fisiologi mempelajari fungsi organ – organ tubuh atau fungsi keseluruhan organisme. Organ artinya alat – alat tubuh seperti hati, paru – paru, insang, jantung, ginjal yang merupakan bagian tubuh hewan sedangkan pada tumbuhan oragn antara lain meliputi akar, batang, daun, bunga. Organ – organ tersebut menyusun suatu organisme yaitu makhluk hidup baik yang makroskopik (berukuran besar, dapat dilihat dengan mata manusia tanpa bantuan alat) maupun yang mikroskopis (berukuran kecil, tidak dapat dilihat dengan mata manusia tanpa bantuan alat). Fisiologi mencakup pembahasan tentang apa yang dilakukan oleh makhluk hidup dan bagaimana mereka melakukan agar mereka lulus hidup dan dapat mengatasi berbagai tantangan dari lingkungan hidupnya sehingga mereka dapat beradaptasi dan memppertahankan eksistensinya. (Yuwono, 2001)  
Ikan adalah hewan yang bertulang belakang (vertebrata) yang berdarah dingin (poikilothermal) dimana hidupnya dilingkungan air, pergerakan dan keseimbangan dengan menggunakan sirip serta pada umumnya bernafas dengan insang. (Raharjo, 1980).

1.2.Tujuan praktikum

Tujuan dari praktikum menentukan laju pernafasan, melihat morfologi insang dan jantung, menentukan laju denyut jantung adalah agar kita mengetahui seberapa besar jumlah bukaan mulut, denyut jantung, morfologi jantung dan insang yang diberi larutan pencemar.

1.3.   Manfaat praktikum

Manfaat dari praktikum menentukan laju pernafasan, melihat morfologi insang dan jantung, menentukan laju denyut jantung adalah kita dapat mengetahui keadaan ikan yang diberi bahan pencemar dengan cara menghitung bukaan mulut, denyut jantung dan melihat morfologi jantung dan insang..








II.                TINJAUAN PUSTAKA


Fisiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari segala proses yang berlangsung dalam tubuh makhluk hidup, baik organisme ber-sel tunggal maupun ber-sel banyak, termasuk interaksi antar sel, jaringan, organ serta semua komunikasi intercellular, baik energenik maupun metabolik. (Windarti et al, 2011).
Hewan air adalah makhluk hidup yang habitatnya di perairan dan tidak dapat memanfaatkan secara langsung zat – zat anorganik (organisme heterotrof) tetapi mereka dapat mendapatkan makanannya dari mikroba, tumbuhan atau hewan lainnya. Pada umumnya hewan air melakukan pergerakan untuk mencari makananan. (Yuwono, 2001)
Menurut Khairuman (2008), di Indonesia, ikan mas mulai dikenal pertama kali di daerah Galuh, Ciamis, Jawa Barat sekitar tahun 1860. Setelah itu, berkembang ke daerah lain di Jawa Barat. Sejak permulaan abad ke – 23, budi daya ikan mas yang dilakukan di kolam dan di sawah, mulai berkembang di beberapa daerah di luar Jawa. Pada tahun 1892, ikan mas mulai didatangkan ke Bukittinggi, Sumatera Barat dan Sumatera Utara, ikan mas didatangkan pada tahun 1903. Di Medan, ikan mas didatngkan pada tahun 1905. Sementara itu, ikan mas mulai dikenal di Sulawesi pada tahun 1895 yang diawali dari daerah Tondano, Sulawesi Utara. Di Manado, ikan mas didatangkan pada tahun 1905. Pada tahun 1936, di Sulawesi Selatan, ikan mas mulai dipelihara di sawah. Di Pulau Bali, ikan mas pertama kali didatangkan pada tahun1903 dan mulai dbudidayakan di sawah pada tahun 1931. Di Pulau Flores, ikan mas didatangkan pertama kali pada tahun 1932.
Spesies ikan mas (Cyprinus carpio) masuk dalam genus Cyprinus dari famili Cyprinidae. Di berbagai tempat ikan mas disebut sebagai ikan tambra, raya atau ameh. Ikan memiliki bentuk badan memanjang, sedikit pipih ke samping (compressed). Mulut dapat disembulkan terletak di ujung tengah (terminal). Mempunyai sungut dua pasang. Menurut beberapa ahli ikan, sungut inilah sebagai ciri pokok untuk membedakan ikan mas koki (Carasius auratus) yang strainnya sudah banyak itu dengan ikan mas karper (Cyprinus carpio), yang mempunyai strain banyak juga. Sirip punggung panjang dengan bagian belakang berjari – jari keras. Letak permulaan sirip punggung ini berseberangan dengan permulaan sirip perut. Ikan mas mempunyai sisik relatif  tipe Cycloid, mempunyai garis rusuk yang lengkap berada pada pertengahan sirip ekor. Gigi kerongkongan (pharyngeal teeth) terdiri dari tiga baris yang berbentuk graham. (Susanto, 2004)






III.    METODE PRAKTIKUM


3.1. Waktu dan tempat

Praktikum fisiologi hewan air tentang menentukan laju pernafasan, melihat morfologi insang dan jantung, menentukan laju denyut jantung ini dilaksanakan pada hari Kamis, 21 April 2011 pukul 10.30 – 12.30 WIB. Bertempat di Laboratorium Biologi Perikanan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Riau.

3.2.Bahan dan alat

Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah ikan mas (Cyprinus carpio) dan deterjen/ bahan pencemar.
            Alat yang digunakan pada praktikum adalah pena, pensil, penghapus, penggaris, serbet, buku gambar, nampan, gunting bedah, wadah, rak tabung reaksi, tabung reaksi, counter dan buku penuntun praktikum.

3.3.   Metode praktikum

Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah metode pengamatan langsung terhadap objek yang akan diamati.



3.4.   Prosedur praktikum

3.4.1        Menentukan laju pernafasan
·         Panjang SL dan TL diukur dan berat badan ikan yang dijadikan sebagai bio indicator ditimbang,
·         4 buah wadah disiapkan dan diberi label 1, 2, 3 dan control. Wadah diisi dengan air dengan volume yang sama
·         Larutan pencemar diukur untuk wadah 1 sebagai control tidak diberi larutan pencemar, wadah 2 sebanyak 1 ml dan wadah 3 sebanyak 2 ml
·         Larutan pencemar dimasukkan sesuai dengan label di wadah dan diaduk hingga merata
·         5 menit kemudian 4 – 5 ekor ikan dimasukkan ke dalam masing – masing wadah yang sudah berisi air dan deterjen/ larutan pencemar
·         Sesudah ikan dimasukkan, tingkah laku ikan dilihat dan dicatat. Data yang dicatat adalah gerakan mulut dan operculum pada 5 menit pertama dan kedua.
·         Untuk melihat laju pernafasan ika, tiap 5 menit ikan diangkat, kemudian gerakan mulut dan operculum per menit dihitung dengan menggunakan stopwatch.

3.4.2        melihat morfologi insang dan jantung, menentukan laju denyut jantung.
·         Panjang SL dan TL diukur dan berat badan ikan yang dijadikan sebagai bio indicator ditimbang,
·         Wadah berisi air yang tidak diberi bahan pencemar (sebagai kontrol) dan wadahn yang telah diisi air dan bahan pencemar yang dapat mematikan ikan secera cepat disiapkan.
·         Ikan uji sebanyak 4 – 5 ekor ke dalam wadah berisi bahan pencemar mematikan dimasukkan dab 2 ekor iakn di dalam wadah berisi airtanpa bahan pencemar.
·         2 ekor ikan uji diambil yang telah mati 5 menit sebelumnya. Insang dan jantungnya dikeluarkan dan dibedah serta diamati dan dicatat morfologinya. Tahap berikutnya adalah 2 ekor ikan diambil yang telah mati 10 menit sebelumnya. Insang dan jantungnya dikeluarkan dan dibedah serta diamati dan dicatat morfologinya. Jantung dan insang ikan yang mati tetapi bukan karena larutan pencemar juga diamati.









IV.              HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil

Berdasarkan hasil pengamatan pada praktikum menentukan laju pernafasan, melihat morfologi insang dan jantung, menentukan laju denyut jantung ini dapat diketahui hasilnya adalah sebagai berikut:
Ikan mas (Cyprinus carpio) diklasifikasikan kedalam ordo : Cypriniformes, family  : Cyprinidae, genus : Cyprinus, species : Cyprinus carpio.




Gambar 1. Ikan mas (Cyprinus carpio)
no.
perlakuan
jumlah bukaan mulut
jumlah denyut jantung
morfologi
warna jantung
warna insang
1
kontrol 5 menit pertama
85
28
merah pekat
merah pekat
kontrol 5 menit kedua
126
55
2
1 ml 5 menit pertama
74
93
merah muda
merah muda
1 ml 5 menit kedua
145
25
3
2 ml 5 menit pertama
100
75
merah memudar
lebih pucat
2 ml 5 menit kedua
130
28
Table 1. Jumlah bukaan mulut, denyut jantung dan morfologi jantung dan insang.

 

4.2.Pembahasan

Ikan di dalam wadah yang tidak diberi larutan pencemar memiliki jumlah bukaan mulut 85 bukaan mulut pada 5 menit pertama dan 126 bukaan mulut pada menit kedua. Sedangkan ikan yang diberi larutan pencemar 1 ml memiliki jumlah bukaan mulut sebanyak 74 bukaan mulut pada 5 menit pertama dan 145 bukaan mulut pada 5 menit kedua. Ikan yang diberi larutan pencemar 2 ml memiliki jumlah bukaan mulut sebanyak 100 bukaan mulut pada 5 menit pertama dan 130 bukaan mulut pada 5 menit kedua.
Pada saat air di wadah diberi larutan pencemar, jumlah bukaan mulut ikan meningkat. Karena pada insang ikan mengalami luka yang disebabkan oleh larutan pencemar tadi sehingga sistem pernapasannya terganggu. Oleh karena itu ikan harus banyak men-suplay air yang mengandung oksigen terlarut masuk kedalam mulutnya agar proses difusi tetap terjadi di insang sehingga jumlah oksigen yang dibutuhkan tubuh ikan tetap stabil.
Ikan di dalam wadah yang tidak diberi larutan pencemar memiliki jumlah denyut jantung 28 denyut jantung pada 5 menit pertama dan 55 denyut jantung 5 menit kedua. Sedangkan ikan yang diberi larutan pencemar 1 ml memiliki jumlah denyut jantung sebanyak 93 denyut jantung pada menit pertama dan 25 denyut jantung pada 5 menit kedua. Ikan yang diberi larutan pencemar 2 ml memiliki jumlah denyut jantung sebanyak 75 denyut jantung pada 5 menit pertama dan 28 denyut jantung pada 5 menit kedua.
Pada saat air di wadah diberi larutan pencemar, jumlah denyut jantung meningkaat dan lama kelamaan melemah. Hal ini terjadi dikarenakan pada saat larutan pencemar dimasukkan keadaan kualitas air berubah sehingga ikan mengalami stress dan gelisah sehingga denyut jantungnya pun meningkat dengan cepat. Namun lama – kelamaan denyut jantung ikan melemah karena tubuh ikan telah menerima pengaruh negative dari bahan – bahan pencemar yang dimasukkan ke dalam wadah sehingga ikan mengalami keracunan dan tingkat stress semakin tinggi, keadaan seperti ini dalam jangka waktu yang lama akan membuat ikan mengalami kematian.
Selain itu dari morfologi jantung dan insang dapat terlihat bahwa warna jantung ikan control berwarna merah pekat, warna jantung ikan yang diberiakan larutan pencemar 1 ml berwarna merah muda, sedangkan warna jantung ikan yang diberikan larutan pencemar 2 ml berwarna merah memudar. Sedangkan warna insang ikan control berwarna merah pekat, warna insang ikan yang diberiakan larutan pencemar 1 ml berwarna merah muda, sedangkan warna insang ikan yang diberikan larutan pencemar 2 ml berwarna lebih pucat.







V.                KESIMPULAN DAN SARAN


5.1. Kesimpulan

Pada praktikum menentukan laju pernafasan, melihat morfologi insang dan jantung, menentukan laju denyut jantung dapat disimoulkan bahea ketika suatu perairan dimasukkan bahan pencemar akan membuat ikan benyak melakukan bukaan mulut karena ikan yang insangya telah luka berusaha untuk men-suplay oksigen bagi tubuhnya agar tetap optimal. Selain itu, denyut jantung ikan juga meningkat karena ikan mengalami stress yang disebabkan oleh masuknya bahan pencemar

5.2. Saran

Didalam melakukan praktikum menentukan laju pernafasan, melihat morfologi insang dan jantung, menentukan laju denyut jantung penulis menyarankan agar untuk praktikum kedepannya semua praktikan dapat melakukan praktikum dengan serius terlebih dalam memperhatikan morfologi insang dan jantung serta memperhatikan bukaan mulut ikan dan juga para praktikan harus memperhatikan asisten ketika menjelaskan cara kerja dalam menjalankan praktikum agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan praktikum dan akhirnya dapat memperoleh informasi yang akurat.

DAFTAR PUSTAKA

Fujaya, Yusinta. 2004. Fisiologi Ikan Dasar Pengembangan Teknologi Perikanan. PT Rineka Cipta, Jakarta. 179 hal.
Khairuman, dkk. 2008. Budidaya Ikan Mas Secara Intensif. PT Agromedia Pustaka, Jakarta. 100 hal.
Rahardjo, S. 1980. Oseanografi Perikanan I. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. 141 hal.
Susanto, Heru. 2004. Budidaya Ikan di Perkarangan. Penebar Swadaya, Jakarta. 150 hal.
Windarti, dkk. 2011. Buku Ajar Fisiologi Hewan Air. Universitas Riau, Pekanbaru. 70 hal.
Yuwono, E. dan P. Sukardi. 2001. Fisiologi Hewan Air. CV Sagung Seto, Jakarta. 64 hal.





 






JENIS – JENIS ORGANISME FLORA DAN FAUNA YANG HIDUP DI PANTAI CEROCOK SUMATERA BARAT

PERHATIAN : diperbolehkan untuk meng-copy materi ini dengan syarat hanya untuk akademis dan mencantumkan Nama Penulis dan alamat web halaman ini pada Daftar Pustaka Anda.  





LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI LAUT


JENIS – JENIS ORGANISME (FLORA DAN FAUNA) YANG HIDUP DI PANTAI CEROCOK SUMATERA BARAT



Oleh


Teguh Heriyanto
0904121598
Ilmu Kelautan



Logo UNRI Hitam Putih.JPG






FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS RIAU

PEKANBARU

2011
--> -->
KATA PENGANTAR
Berkat rahmat Allah SWT, akhirnya laporan Praktikum Biologi Laut ini dapat penulis selesaikan. Dalam laporan ini penulis membahas mengenai Jenis – jenis Organisme Flora dan Fauna yang Hidup di Pantai Cerocok Sumatera Barat. Praktikum ini dilaksanakan sebagai upaya pembelajaran serta pelatihan dan sebagai syarat pada mata kuliah Biologi Laut bagi Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau.
Sebagai manusia penyandang relativitas kebenaran, penulis sangat menyadari adanya kekurangan didalam pembuatan laporan ini. Atas segala kekurangan tersebut penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca.
Penulis juga ingin mengucapkan terimakasih kepada dosen dan asisten yang telah memberikan bimbingan didalam praktikum dan pembuatan laporan ini. Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Pekanbaru, 2 Mei 2011
Teguh Heriyanto
DAFTAR ISI
                       Halaman
KATA PENGANTAR.............................................................................               i
DAFTAR ISI.............................................................................................              ii
DAFTAR LAMPIRAN...........................................................................             iii
I.       PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang.......................................................................              1
1.2              Tujuan Praktikum ..................................................................              2
1.3              Manfaat Praktikum ...............................................................              2
II.     TINJAUAN PUSTAKA                                                                               
III.    METODE PRAKTIKUM
3.1              Waktu dan Tempat................................................................              5
3.2              Bahan dan Alat......................................................................              5
3.3              Metode Praktikum .................................................................                           5
3.4              Prosedur Praktikum...............................................................              5
IV.    HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1              Hasil.......................................................................................              7
4.2              Pembahasan...........................................................................              9
V.     KESIMPULAN DAN SARAN
5.1              Kesimpulan............................................................................            12
5.2              Saran......................................................................................            12
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................            13
LAMPIRAN...............................................................................................                           14
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran                                                                                             Halaman
1. Spesies – spesies organisme laut ……………………………….               14
-->
I.                   PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
Indonesia telah dikenal luas sebagai negara kepulauan yang 2/3 wilayahnya adalah lautan dan mempunyai garis pantai terpanjang di dunia yaitu ± 80.791,42 Km. Didalam lautan terdapat bermacam-macam mahluk hidup baik berupa tumbuhan air maupun hewan air. (Damar, 2011)
Secara geografis Kabupaten Pesisir Selatan terletak pada 0059’ - 2028’ lintang selatan 109019’ - 101018’ bujur timur, tinggi dari permukaan laut 0 – 1000 meter, mempunyai luas 5.749,89 km2 beriklim tropis dengan temperature rata – rata 220 C hingga 320 C. Pesisir selatan berbatasan , sebelah utara dengan kotamadya Padang, sebelah selatan berbatasan dengan kabupaten Muko – muko Provinsi Bengkulu, sebelah Timur dengan kabupaten Solok dan kabupaten Kerinci (Propinsi Jambi), dan sebelah barat dengan Samudera Indonesia.
Dengan begitu kayanya sumber daya alam Indonesia ini sehingga layak untuk dipelajari guna untuk mengetahui seberapa tinggi keanekaragaman dan keseragaman dan juga jenis – jenis apa saja yang terdapat di suatu daerah khususnya daerah yang menjadi tempat dilaksanakannya praktikum. Selain itu, banyak diantara organisme – organsme laut yang ada di Indonesia belum banyak teridentifikasi.
1.2.  Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum biokogi laut adalah untuk memperluas ilmu pengetahuan mengenai jenis – jenis oragisme laut khusunya organisme di Pantai Carocok.
1.3.  Manfaat
Memperluas wawasan mengenai jenis – jenis organisme laut yang menjadi objek praktikum.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Lingkungan laut sangat luas cakupannya dan sangat majemuk sifatnya. Karena luasnya dan majemuknya lingkungan tersebut, tiada satu kelompok biota laut pun yang mampu hidup di semua bagian lingkungan laut tersebut dan segala kondisi lingkungan yang majemuk. Mereka dikelompok – kelompokkan oleh pengaruh sifat – sifat lingkungan yang berbeda – beda ke dalam lingkungan – lingkungan yang berbeda pula. Para ahli oseanologi membagi – bagi lingkungan laut menjadi zona – zona atau mintakat – mintakat menurut criteria – criteria yang berbeda – beda. (Romimohtarto, 2001)
            Menurut Dahuri (2003) zona intertidal atau zona litoral adalah daerah pantai yang terletak di antara pasang tertinggi dan surut terendah; daerah ini mewakili daerah peralihan dari kondisi lautan ke kondisi daratan (ecoton), dan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, seperti estuaria.
            Epifauna adalah hewan yang hidup di atas permukaan substrat sedimen atau tanah (Dahuri, 2003). Khusus pada zona intertidal, hewan-hewan yang hidup di atas permukaan pasir (epifauna) lebih sedikit di jumpai di bandingkan dengan daerah subtidal (Wardiyatmoko dan Eka Sudarba, 1992). Umumnya kelompok epifauna tergolong grazer yaitu pemakan permukaan substrat (Dahuri, 1996).
Infauna adalah hewan yang hidup di dalam sedimen atau di bawah substrat (Dahuri, 1996). Organisme penghuni intertidal merupakan organisme air yang selalu berlindung dengan baik dari kekeringan di pantai yang berpasir lebih halus daripada yang berpasir kasar atau kerikil (Tim Geografi, 1999).
III. PRAKTIKUM
3.1. Waktu dan Tempat      
            Praktikum Biologi Laut ini dilakukan pada hari Minggu, 10 April 2011 pukul 08.00 – 13.00. Bertempat di Pantai Carocok, Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
3.2. Bahan dan Alat
            Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah organisme laut yang diambil di lokasi praktikum dan formalin. Sedangkan alat yang digunakan pada praktikum ini adalah spidol permanent, plastic, karet, cawan petri dan ice box.
3.3. Metode Praktikum
Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah metode pengamatan langsung terhadap objek yang akan diamati.
3.4. Prosedur Praktikum
3.4.1. Prosedur Praktikum Di Lapangan
            Alat – alat yang akan digunkan untuk praktikum disiapkan. Organisme – organisme laut yang ditemukan di perairan Pantai Carocok diambil 1 individu untuk masing – masing spesies. Organisme – organisme yang telah didapat diberikan formalin agar organime laut yang menjadi objek praktikum tetap awet. Kemudian organisme  - organisme yang menjadi sample atau objek praktikum disimpan di dalam ice box.
3.4.2. Prosedur Praktikum Di Laboratorium
            Organisme – organisme sample atau objek praktikum dikeluarkan dari ice box. Objek praktikum dicuci dengan air hingga bersih. Objek praktikum diletakkan di atas cawan Petri. Ambil lembaran – lembaran dentifikasi orgenisme laut untuk dicocokkan dengan objek praktikum. Setelah organisme laut teridentifikasi, klasifikasi organisme – organisme laut tersebut di tulis dalam buku catatan.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Klasifikasi
Phyllum           : Mollusca
Class                : Gastropoda
Ordo                : Caenogastropoda
Family             : Cerithidae
Genus              : Cerithium
Spesies            : Cerithium rostratum
Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Mollusca
Class                : Bivalvia
Order               : Arcoida
Family             : Arcidae
Genus              : Anadara
Species            : Anadara antiquata
Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Mollusca
Class                : Gastropoda
Order               : Neritopsina
Family             : Neritidae
Genus              : Nerita
Species            : Nerita polita
Klasifikasi
Phyllum           : Arthropoda
Class                : Crustacea
Ordo                : Decapoda
Familly            : Hippidae
Genus              : Emerita
Spesies            : Emerita sp.
Klasifikasi
Phyllum           : Phaeophyta
Class                : Phaeophyceae
Ordo                : Fucales
Familly            : Sargassaceae
Genus              : Sargassum
Spesies            : Sargassum sp..
4.2. Pembahasan
4.2.1 Cerithium rostratum
Ciri – ciri morfologi :
Cangkang kecil, tinggi mencapai 2 cm, panjang menggelendong, agak tipis dengan terpusar menggembung dan saluran sifon yang panjang dan lurus, struktur dari rusuk sumbu yang tebal yang disilang dengan rusuk spiral halus tak beraturan, membentuk manik – manik pada perpotongannya, tingkap dengan varises rendah, warna putih krem dengan garis spiral coklat harus terputus – putus dan sebuah bintik kecil coklat diatas ujung saluran interior.
Sebaran dan habitat :
Diatas daun lamun dan alga, di dalam pasir, daerah pasang surut dan zona sublitoral, indofasifik barat tropis dan beriklim sedang.
4.2.2 Anadara antiquata
Hewan ini memiliki dua bagian cangkang yang saling simetris antara yang satu dengan yang lainnya. Pada bagian dalam cangkang cenderung berwarna putih terang dan pada bagian luar cangkang memiliki garis yang mengarah ke bagian samping. Hewan ini cenderung membenamkan dirinya. Di Indonesia hewan ini disebut kerang bulu.
Hewan ini bisa ditemukan hampir di semua kawasan di dunia, tetapi cenderung hanya di kawasan yang memiliki pantai berpasir.
4.2.3 Nerita polita
Hewan ini memiliki cangkang yang mengkilap dan licin. Pada cangkang dapat menunjukan tanda pertumbuhan hewan ini. Warna luar cangkang bercorak putih dan abu-abu. Pada bagian dalam cangkang berwarna cerah dan kekuning-kuningan. Tinggi dapat mencapai 30 mm dan lebar dapat mencapai 39 mm.
Habitat hewan ini berada pada pertengahan kawasan intertidal di pantai beriklim tropis. Ketika tidak sedang makan hewan ini akan membenamkan sedikit tubuhnya ke pasir.
4.2.4 Emerita sp.
Ciri – ciri morfologi
·         Kepiting pasir (undur – undur laut), Eretima mempunyai mata bertangkai, tubuh oval bertutup karapas keras.
·         Mereka makan dengan cara menyaring.
·         Mereka hidup membenamkan diri dalam pasir di pantai laut, di daerah pecahan ombak, melintang dengan ekornya terlebih dahulu.
·         Pada daerah – daerah tertentu (pantai selatan Yogyakarta) hewan ini disebut undur – undur dan merupakan makanan yang populer.
·         Mereka ditangkap dalam jumlah besar dengan mengeduk pasir di sepanjang garis pantai di mana mereka terdapat.
Undur – undur ini biasa sering membenamkan diri di pasir dengan hanya memunculkan sungutnya saja uuntuk menangkap makanan yang di sapu ombak. Satu hal yang menarik ialah bahwa hewan ini selalu berusaha berada tepat di baaawah garis air, karenanya mereka bergerak menurut naik turunnya pasut. Undur – undur biasa dibuat rempeyek. Di pulau Seribu didapatkan di beberapa pulau, tetapi jumlahnya hanya satu dua saja.
4.2.5 Sargassum sp.
            Morfologi : Hidup/ tumbuh dengan membentuk rumpun besar, panjang tali utama mencapai 0,5 – 3 m dengan untaian cabang tali bercabang terdapat kantong udara (bladder) dan selalu muncul ke permukaan perairan.
            Habitat : lingkungan tempat tumbuh alga Sargassum terutama di Periran yang jernih yang mempunyai substrat karang, karang mati, bantuan vulkanik dan benda – benda yang bersifat massive yang berada di dasar perairan. Alga ini tumbuh di daerah intertidal, subtital sampai batas tubir dengan ombak besar dan deras. Kedalaman perairan alga ini dapat tumbuh adalah 0,5 – 10 m.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
            Dari praktikum biologi laut yang dilakukan dapat diketahui bahwa tingkat keragaman organisme namun kelimpahannya tinggi. Hal ini dapat terlihat ketika pengambilan organisme – organisme laut yang di sepanjang daerah pantai Carocok hanya beberapa spesies tertentu yang dapat ditemukan dan jumlahnya banyak. Banyaknya spesies tertentu dapat diperkirakan disebabkan oleh tempat hidup organisme – organisme laut tersebut sangat mendukung sebagai habitat hidupnya.
5.2. Saran
            Dalam laporan ini penulis memberikan saran bagi praktikan sebaiknya langsung menyelesaikan tugasnya ketika di lapangan dan waktu yang tersisa dapat dimanfaatkan dengan kegiatan lainnya sehingga tujuan awal praktikum itu tetap terlaksana. Selain itu penulis berharap agar buku identifikasi organisme – organisme laut lebih dilengkapi lagi sehingga mempermudah para praktikan dalam mengidentifikasi organisme sample yang telah didapat.
DAFTAR PUSTAKA
Dahuri, R. 1996. Penerapan Konsep Pembangunan Berkelanjutan Dalam Pengelolaan Sumbertdaya Alam Wilayah Pesisir dan Lautan. Bogor.
Dahuri, R. 2003. Keanekaragaman Hayati Laut. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Damar. 2011. http://damzone89.wordpress.com/2010/01/05/alga-laut-sebagai-biotarget-industri/ (diakses pada 1 Mei 2011, pukul 17.05)
Tim Geografi. 1999. Pelajaran Geografi Untuk SMU Kelas I. Yudistiro. Jakarta
LAMPIRAN
Lampiran 1. Spesies – spesies organisme laut